Kamis, 31 Januari 2013

Tugas Seni Budaya



MUSIK MARS DAN MUSIK HYMNE (TUGAS SENI BUDAYA)


Musik mars
Musik mars atau lagu mars adalah komposisi musik dengan irama teratur dan kuat. Musik jenis ini secara khusus diciptakan untuk meningkatkan keteraturan dalam berbaris sebuah kelompok besar, terutama barisan tentara, dan paling sering dimainkan oleh korps musik militer. Lagu mars dapat ditulis dalam birama genap 2/4, 4/4, tetapi kadang-kadang dalam birama 6/8, atau 2 (genap) × 3/8 dengan tempo cepat.[1]
Mars militer dapat dibagi menjadi empat kategori: mars pemakaman, mars lambat (75 langkah per menit), 2 langkah per birama, mars cepat (109 hingga 128 ketukan per menit, mars cepat ganda (140 hingga 150 ketukan per menit).[2] Standar mars militer Amerika Serikat adalah mars cepat, seperti sering ditulis oleh John Philip Sousa yang dikenal sebagai "Raja Mars".[2]
Sejarah
Musik mars modern mulai mengambil bentuknya di kalangan korps musik militer Eropa pada awal tahun 1500-an. Kemajuan besar ke arah musik mars modern terjadi setelah tentara Polandia dan Austria mengusir tentara Kerajaan Ottoman dari Wina dalam Pertempuran Wina 1683.[3] Instrumen musik yang ditinggalkan oleh tentara Turki (drum, simbal, trompet) dengan segera diadopsi ke dalam musik militer Eropa.[3] Kemajuan tersebut berperan besar dalam perkembangan awal korps musik militer modern yang terdiri dari instrumen musik tiup logam, tiup kayu, dan perkusi.
Semasa Perang Revolusi Amerika (1775–1783), keberadaan korps musik militer telah menjadi sesuatu yang umum.[3] Musik mars juga telah dibakukan menjadi tiga bentuk: mars lambat/parade, mars cepat, dan mars serangan atau cepat ganda.[3] Pada paruh kedua abad ke-19, lagu mars sudah populer di kalangan masyarakat umum, dan mencapai puncak kepopuleran pada pertengahan tahun 1800-an hingga awal tahun 1900-an. Pada awal abad ke-20, lagu mars berkembang sebagai musik untuk hiburan luar ruang dan bahkan berdansa, setelah lagu mars telah menjadi pengiring standar untuk dansa two-step.[3]

MUSIC HYMNE
Hymne atau gita puja adalah sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ditujukan untuk Tuhan atau Dewa. Selain sebagai pujaan hymne juga sebagai bentuk lagu untuk mendoakan, memberi kesan agung, atau pun rasa syukur yang disampaikan dalam bentuk lagu. Kata "hymne" sendiri diserap dari bahasa Yunani μνος/ hymnos "gita puja", yang berasal dari akar kata Proto-Indo-Eropa *sh2em- "menyanyi" dan berkerabat dengan kata Hitit išamai "ia menyanyi" dan Sansekerta sāman "nyanyian".
Contoh lagu perjuangan yang berbentuk hymne antara lain, Syukur, Gugur Bunga, Mengheningkan Cipta dan lain sebagainya.

Catatan : Hymnology adalah ilmu yang mempelajari sejarah, sastra, musik, teologia, dan latar belakang penulisan lagu dan pencipta lagu himne.


RENI HERNITA X 2

Sabtu, 10 November 2012

Tugas Mandiri Seni


Tugas Mandiri Seni Budaya, Reni Hernita x ipa 2
1.Penyebab penyebarluasan  musik gambus terbatas adalah karena perse        psi masyarakat yang menganggap bahwa gambus merupakan seni agama, padahal tidak sedikit lirik dalam musik gambus yang berkisah tentang pembelaan negara atau percintaan, selain itu para artisnya juga cenderung masih tradisional sehingga tidak terlalu menarik / memikat perhatian masyarakat.
2. Unsur budaya yang memengaruhi musik gambus adalah budaya arab atau padang pasir. Ciri yang membedakannya dengan jenis musik lain adalah musik gambus lebih mengutamakan atau menikmati lirik daripada melodinya.
3. karena memang sesuai dengan faktanya. Saat ini penggemar musik gambus memang ada, tapi sayangnya masyarakat tidak terlalu memerhatikan keberadaan musik gambus tersebut.

Senin, 15 Oktober 2012

Pengalaman Seni

Pengalaman seni yang paling berkesan saat SMP adalah ketika kami ditugaskan membuat drama untuk randai yang akan ditampilkan untuk acara MKKS (Musyawarah Kepala Kepala Sekolah) yang akan berlangsung disekolah kami. Tugas itu diberikan oleh guru Seni Budaya kami, ketika kami IX. Di dalam kelas dibagi menjadi 2 kelompok, dan saya termasuk ke dalam kelompok pertama, kelompok kami menampilkan randai yang berjudul "Kawin Paso", karena saking antusias nya setiap sore setelah Les, kami selalu berlatih, baik berlatih menari nya maupun dramanya.
waktu untuk penampilan dramanya pun tiba, dan alhamdulillah kelompok kamilah yang terpilih untuk ditampilkan dalam acara tersebut yang akan berlangsung di sekolah kami dalam bentuk dokumenter.
kami pun senang akhirnya randai kamilah yang terpilih, dan untuk menampilkan randai tersebut' kami kembali berlatih dengan semangatnya setiap pulang les. Hinga tiba saat nya untuk mendokumenter kan randai kami tersebut. Dokumeter dilakukan pada hari selasa 2 hari sebelum acara MKKS. Namun sungguh di luar rencana dan dugaan, saat itu mati lampu sehinga, kami harus mengalah pada keadaan karena tidak bisa menghidupkan speaker untuk mengiringi tarian randai kami, padahal kami sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Itu sungguh mengecewakan,akhirnya kami memutuskan untuk membuat dokumenter hari besoknya (rabu) sehari sebelum acara di mulai, namun hal yang sama terjadi lagi. sungguh mengesalkan dan mengecewakan. Tapi untunglah ketika kami berlatih ada beberapa adegan yang sudah di dokumenter. jadi itulah yang ditampilkan.